Dilihat dari samping, ET2700I pun masih terlihat ramping walaupun unit monitor turut memuat
jeroan lengkap sebuah PC desktop, komplet dengan
dedicated graphics card. Kesan minimalis diperkuat dengan bentuk
stand penopang PC yang berupa lempengan metal tegak lurus.
Di atas
stand ini, ET2700I bisa dimiringkan sebesar 5 derajat ke depan dan 20 derajat ke belakang.
Rangkaian port I/O milik ET2700I ditempatkan di dua tempat terpisah, yaitu sisi kiri dan belakang monitor.

Deretan port di sisi kiri adalah:
-2x USB 3.0
-1x USB 2.0/ eSATA combo
-SD Card Reader
-Audio Jacks

Deretan port di sisi belakang adalah:
-Adaptor plug
-1x RJ45 ethernet
-1x HDMI-in
-1x D-SUB (VGA)-in
-1x TV/ Antenna
-1x Kensington Lock
Yang menarik adalah port HDMI dan D-SUB/ VGA pada ET2700I bukan berfungsi sebagai keluaran atau
output, melainkan
input. Artinya, selain sebagai PC desktop yang berdiri sendiri, pengguna bisa memfungsikan ET2700I sebagai perangkat
display untuk alat lainnya, seperti
console game atau komputer lain.
Di bagian belakang juga tersedia VESA mounting yang bisa dipakai untuk memasang PC desktop
all-in-one ini ke dinding apabila diinginkan.

Di sisi kanan, Asus menempatkan sebuah
drive Blu-Ray yang bisa dipakai untuk memutar film-film
high definition berkualitas tinggi.
Paket penjualanAsus ET2700I datang dengan beberapa perlengkapan tambahan, termasuk sebuah keyboard dan
wireless mouse yang tersambung ke PC melalui satu buah
dongle USB (
unifying receiver).

Unit keyboard PC
all-in-one ini terlihat seperti keyboard notebook dengan tombol-tombol
chicletdan tidak memiliki
palmrest, selaras dengan konsep desain keseluruhan ET27001 yang minimalis.
Walaupun cukup nyaman dipakai mengetik, keyboard ini agak mengecewakan karena terlalu sederhana. Hanya fungsi-fungsi ala notebook seperti "adjust screen brightness","turn-on WiFi", dan "sleep" yang bisa ditemukan.
Saking sederhananya, keyboard minimalis ini bahkan tidak menyediakan lampu-lampu indikator Caps Lock dan Num Lock. Akibatnya, ketika dipakai menulis, sering kali pengguna salah ketik dan baru sadar ketika melihat ke layar.

Unit
mouse terlihat sama-sama minimalis, dengan desain tombol kiri dan kanan yang menyatu pada tubuh
mouse.
Scroll wheel dari karet dibenamkan di bagian tengah yang berwarna silver.
Mouse dengan sensor optik ber-LED biru yang ukurannya mirip dengan mouse
portable ini memiliki kompartemen khusus di bagian bawahnya yang bisa dipakai untuk membawa unit USB
receiver. Alhasil, pengguna pun bisa memfungsikannya sebagai
mouse notebook dan membawanya bepergian.

Sebuah
remote control untuk Windows Media Center turut disertakan di dalam paket penjualan. Dengan alat ini, Anda bisa mengontrol TV
tuner berikut fungsi-fungsi video milik Asus ET2700 melalui WIndows Media Center.

Tambahan lain yang cukup unik adalah sebuah
subwoofer berbentuk aneh mirip piringan terbang yang ditujukan sebagai pendamping ET27001. Dengan subwoofer tersebut diharapkan ET2700I mampu memutar nada-nada rendah dalam lagu dengan lebih dalam dan bertenaga.
Akan tetapi, meskipun mengusung embel-embel "Sonic Master" yang menjanjikan kualitas audio Hi-Fi prima, speaker terintegrasi yang hanya mengandalkan daya 3,5 watt terlalu loyo dan kurang mendetail untuk menangani lagu-lagu berkualitas tinggi. Sementara unit
subwoofer terlalu mungil dan tidak memiliki ruang resonansi yang cukup untuk bisa menghasilkan tambahan bass yang signifikan.
Meski begitu, kualitas audio ET2700I terbilang cukup prima untuk sebuah PC
all-in-one. Komputer ringkas ini lumayan memuaskan untuk dipakai menonton film atau memutar lagu sebagai selingan di kala bekerja. Ingin menggeber speaker? Sebaiknya sambungkan ET27001 ke perangkat audio eksternal yang lebih mumpuni.
Last but not least, Asus tak lupa menyertakan paket dokumentasi yang patut diacungi jempol karena lengkap, rinci, dan ditulis dalam bahasa Indonesia. Selain buku panduan pengguna, terdapat pula Quick Start Guide dan panduan untuk
remote serta
software Windows Media Center.
Uji pemakaian
Label-label stiker di bagian depan Asus ET2700I ini menjanjikan kinerja tinggi.
Untuk bekerja, tak diragukan lagi, layar besar 27 inci milik ET2700I terasa manfaatnya. Layar ber-resolusi 1920x1080 ini tampak lega sehingga pengguna bisa membuka beberapa
windowsekaligus, sementara tampilan display tidak terasa sesak, meskipun belum seleluasa solusi dua monitor atau lebih.

Dengan demikian, pengguna pun bisa berpindah-pindah antarprogram dengan mudah tanpa perlu me-
minimize window yang sedang terbuka terlebih dahulu.
Soal kinerja pun mumpuni. Kombinasi prosesor Core i7-2600S dan RAM DDR 1333 MHz sebesar 8 GB berhasil menghadirkan pengalaman
multi-tasking yang berjalan mulus. Perpindahan antarprogram dapat dilakukan hampir tanpa jeda berarti.
Aplikasi produktivitas yang rakus sumber daya seperti Adobe Photoshop dan Lightroom mampu dijalankan dengan lancar, tetapi ini tentu bergantung pada besarnya proyek yang dikerjakan serta ukuran dan jenis file yang dilibatkan. Untuk sekarang, boleh dibilang Asus ET27001 masih lebih dari memadai untuk urusan bekerja.
Akan tetapi, khusus untuk hal ini, permukaan
glossy dari layar ET2700I terasa sedikit mengganggu. Ada kalanya refleksi atau pantulan benda-benda di depan monitor agak menghalangi pandangan.
Satu kelebihan yang sering kali tidak diperhatikan adalah ET2700I hampir tidak menimbulkan suara sama sekali. Suara putaran kipas CPU hanya bisa didengar apabila pengguna mendekatkan telinga ke lubang ventilasi dan mendengarkan dengan seksama.
Bagaimana dengan kemampuan multimedia? Sekali lagi layar 27 inci milik ET2700I kembali bersinar. Gambar-gambar yang tampil di layar tampak kontras, cerah, dengan warna-warna yang cemerlang.
Viewing angle selebar 178 derajat membantu layar tampak sama bagusnya walaupun sudut pandang pengguna tidak tegak lurus terhadap monitor.
Untuk menonton film atau televisi sambil menghadap meja, Asus ET2700I terasa ideal. Beda halnya ketika pengguna mulai mengambil jarak, laiknya menonton TV di ruang keluarga. Ukuran layar 27 inci memang terdengar lega, tetapi segera tampak "mungil" jika dibandingkan dengan layar-layar televisi LCD belakangan ini yang sudah mulai bergerak ke ukuran 32 inci ke atas.
Fungsi 10-point
touchscreen pada layar Asus ET2700I awalnya terasa menyenangkan. Jenis
interface ini cocok digunakan untuk bernavigasi pada GUI sistem operasi Windows 8 yang mengandalkan tampilan ikon-ikon berukuran besar.

Namun, setelah beberapa lama menggunakannya, fungsi
touchscreen pada PC desktop
all-in-oneini terasa sedikit hambar. Mengapa? Karena navigasi
interface ternyata lebih nyaman dilakukan dengan
mouse.
Ada sensasi tersendiri ketika memainkan
game seperti Angry Birds di layar berukuran 27 inci. Akan tetapi, setelah sibuk menggerak-gerakkan jari di layar, lama-kelamaan tangan akan terasa pegal.
Sayangnya lagi, layar Asus ET2700I tidak bisa dimiringkan lebih dari 5 derajat ke depan dan 20 derajat ke belakang. Akibatnya, pengguna terpaksa berintraksi dengan layar dalam posisi tegak lurus. Inilah yang membuat pegal. Seandainya saja layar ET2700I bisa direbahkan, tentulah penggunaan
touchscreen bisa menjadi lebih optimal.

Layar
touchscreen bisa dipakai unuk melakukan aktivitas seperti menyeleksi
multiple objects dan menggambar kasar, tetapi sebuah
mouse juga bisa melakukan banyak hal tersebut dengan lebih cepat.
Pengguna bisa memanggil keyboard virtual dengan mengetuk di permukaan layar IPS milik ET2700I, tetapi hal ini juga terasa agak
pointless karena PC yang bersangkutan juga menyediakan keyboard fisik, yang tentunya lebih nyaman untuk dipakai mengetik.

Ingin menjalankan game yang lebih "berat" dari Angry Birds? Baik grafis terintegrasi Intel HD 3000 pada Core i7-2600S milik Asus ET2700I tak sanggup menjalankan
game modern dengan mulus.
Judul-judul seperti "Crysis 2" dan "Battlefield 3" berjalan terpatah-patah, bahkan dengan
settinggrafis paling rendah. Pengguna harus menurunkan resolusi layar di bawah tingkat
native sebesar 1920x1080 untuk mendapat
frame rate di atas 30 FPS.
Biarpun begitu, hal ini sebenarnya bukan sebuah kekurangan karena pada dasarnya
all-in-onePC memang tidak dirancang untuk digunakan bermain
game. Untuk keperluan itu, sebuah PC desktop dengan
casing tower atau notebook khusus
gaming lebih cocok.
KesimpulanKelebihan utama Asus ET2700I terletak pada kualitas layarnya yang ciamik. Tampilan gambar di monitor besar ini terlihat tajam, cerah, dengan kontras yang tinggi. Fungsi
touchscreen sendiri lebih terasa seperti "bumbu" penyedap yang sebenarnya tidak terlalu berguna, setidaknya sebelum pengguna menginstal aplikasi-aplikasi yang benar-benar mampu mengoptimalkan kemampuan tersebut.
PC desktop
all-in-one ini menyajikan paket multimedia lengkap dalam bentuk yang ringkas dan enak dipandang. Hampir semua hal yang diperlukan untuk bekerja dan menikmati konten multimedia tersedia di ET2700I sehingga membuatnya ideal untuk dipakai oleh keluarga.
Satu hal yang berpotensi menjadi batu pengganjal adalah harga Asus ET2700I yang mencapai 2.060 dollar AS atau sekitar Rp 19,4 juta. Relatif mahal untuk ukuran PC desktop, tetapi masih sebanding dengan komputer-komputer
all-in-one lainnya yang sekelas.
Asus ET2700IKelebihan:
+ Layar besar 27 inci dengan kualitas tampilan mumpuni
+ Kinerja tinggi
+ Desain ringkas dan enak dipandang
+ Fitur multimedia lengkap
Kekurangan:
- Mouse dan keyboard agak mengecewakan
- Fungsi
touchscreen hanya sedikit menambah kegunaan dan terkesan
redundant- Harga relatif tinggi